Tag: MEMBACA berkah buat orang

MEMBACA berkah buat orang

MEMBACA berkah buat orang

MEMBACA berkah buat orang yang lagi sakit merupakan wujud empati kita.

Mengharapkan orang yang lagi sakit ialah salah satu ikhtiar yang dapat kalian jalani, berharap belas kasihan serta belas kasihan Allah SWT supaya sakit yang lagi dialami oleh saudara ataupun sahabat lekas diangkat

Rasulullah SAW, selaku acuan penting pemeluk Islam membagikan ilustrasi gimana mengharapkan orang yang lagi sakit.

Selanjutnya berkas berkah kepulihan buat orang yang sakit dan penjelasannya

Berkah pertama

لاَبَأْسَطَهُوْرٌإِنْشَاءَاللَّهُ

Laa basa, thohuurun in syaa- allaah.

” Tidak apa- apa( janganlah sangat berduka dengan sakit ini), jadi pembersih kesalahan, insya Allah”

HR. Bukhari 3616.

Ibnu Abbas radhiyallahu anhu, menceritakan: Rasul shallallahu alaihi wa sallam memiliki Kerutinan kala menjenguk orang sakit hingga dia melafalkan berkah itu.

Penjelasan:

1. Berkah ini dibaca oleh orang yang menjenguk di dekat orang yang lagi sakit.

2. Sehabis itu orang yang sakit menanggapi: Amin.

Berkah kedua

اَللَّهُمَّرَبَّالنَّاسِ،أَذْهِبِالبَاسَ،اِشْفِ،أَنْتَالشَّافِي،لاَشِفَاءَإِلاَّشِفَاؤُكَ،شِفَاءًلاَيُغَادِرُسَقَمًا

Allaahumma robban- naas, adz- hibil baas, isyfi, antasy- syaafii, laa syifaa- a illaa syifaa- uka, syifaa- an laa yughoodiru saqoman.

” Betul Allah, Tuhan semua orang, hilangkanlah sakit ini, sembuhkanlah, Engkaulah As- Syafi( Si Penyembuh), tidak terdapat kepulihan melainkan kepulihan dari- Mu, kepulihan yang tidak meninggalkan penyakit”.

HR. Bukhari 5675 serta Mukmin 2191.

Dari Aisyah radhiyallahu anha, dia menggambarkan: Bila terdapat di antara kita yang sakit hingga Rasul shallallahu alaihi wa sallam mengusapkan tangan kanan dia, setelah itu membaca berkah di atas.

Berkah ketiga

اَللَّهُمَّرَبَّالنَّاسِ،مُذْهِبَالْبَاسِ،اِشْفِ،أَنْتَالشَّافِى،لاَشَافِىَإِلاَّأَنْتَ،شِفَاءًلاَيُغَادِرُسَقَمًا

Allaahumma robban- naas, mudz- hibal baas, isyfi, antasy- syaafii, laa syaafiya illaa anta, syifaa- an laa yughoodiru saqoman.

” Betul Allah, Rabb semua orang, yang melenyapkan kesulitan, sembuhkanlah, Engkaulah Yang Maha Memulihkan. Tidak terdapat yang memulihkan melainkan Anda, kepulihan yang tidak meninggalkan penyakit lain”.

HR. Bukhari.

‘ Abdul‘ Teragung serta Tsabit sempat menemui Anas bin Raja. Tsabit mengatakan pada Anas dikala itu,“ Aduhai Abu Hamzah( julukan panggilan dari Anas), saya sakit.” Anas mengatakan, maukah saya meruqyahmu( menyembuhkanmu) dengan ruqyah Rasulullah shallallahu‘ alaihi wa sallam.” Tsabit juga menanggapi,“ Iya, bisa.” Kemudian Anas membacakan berkah di atas.

Berkah keempat

أَسْأَلُاللَّهَالْعَظِيْمَرَبَّالْعَرْشِالْعَظِيْمِأَنْيَشْفِيَكَ

As- alullaahal azhiim, robbal arsyil azhiim, an yasyfiyaka( 7x).

” Saya berharap pada Allah yang Maha Agung, Owner arsy yang agung, supaya Ia menyembuhkanmu”( 7x).

HR. At- Tirmidzi, Abu Dawud, serta amati Shahih At- Tirmidzi 2 atau 210 serta Shahihul Jami 5 atau 180.

Berkah ini dibaca oleh orang yang menjenguk orang sakit, di dekat orang yang lagi sakit. Bisa dibaca kira- kira keras alhasil sang sakit turut mengikuti, bisa pula dengan suara ayal.

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhu, Rasul shallallahu alaihi wa sallam berfirman: Siapa yang menjenguk orang sakit, yang belum tiba ajalnya, setelah itu ia membaca berkah ini di dekatnya sebesar 7x, hingga Allah hendak menyembuhkannya dari penyakitnya itu.

MEMBACA berkah buat orang

Berkah kelima( Ruqyah Jibril)

بِسْمِاللَّهِأَرْقِيكَ،مِنْكُلِّشَئٍيُؤْذِيكَ،مِنْشَرِّكُلِّنَفْسٍأَوْعَيْنٍحَاسِدٍ،اَللَّهُيَشْفِيكَ،بِسْمِاللَّهِأَرْقِيكَ

Bismillaahi arqiika, min kulli syai- in yudziika, min syarri kulli nafsin angkatan udara(AU) ainin haasidin, allaahu yasyfiika, bismillaahi arqiika.

Dengan julukan Allah saya meruqyah- mu, dari seluruh yang menyakitimu, dari kesalahan tiap jiwa serta mata hasad, mudah- mudahan Allah menyembuhkanmu, Dengan julukan Allah saya meruqyah- mu.

HR. Mukmin 2186, Turmudzi 972, Ibn Majah 3523.

Dari Abu Said al- Khudri radhiyallahu anhu, dia menggambarkan: Jibril tiba pada Rasul shallallahu alaihi wa sallam, setelah itu menanya:” Aduhai Muhammad, kalian sakit?” Dia menanggapi: Betul. Setelah itu Jibril membaca berkah di atas.

Berkah keenam

اَللَّهُمَّاشْفِعَبْدَكَيَنْكَأُلَكَعَدُوًّا،أَوْيَمْشِيلَكَإِلَىصَلَاةٍ

Allaahummasyfi abdaka yanka- u laka aduwwan, angkatan udara(AU) yamsyii laka ilaa sholaah.

Betul Allah, sembuhkanlah hamba- Mu ini, ia yang melawan musuh- Mu, serta ia berjalan mengarah shalat jamaah karena- Mu.

HR. Abu Daud serta dihasankan Al- Hafidz Ibn Gasak.

Dari Abdullah bin Amr bin Al- Ash radhiyallahu anhuma, kalau Rasul shallallahu alaihi wa sallam berfirman: Bila terdapat seorang yang akan mendatangi orang sakit, hingga seharusnya ia membaca:( berkah di atas).

Dalam berkah yang diajarkan Rasul shallallahu alaihi wa sallam ini, ada faktor tawassul pada Allah. Kita berharap pada Allah supaya memulihkan kerabat kita yang lagi sakit, dengan mengatakan kebaikan shaleh orang itu. Betul Allah, ia orang bagus, yang mempunyai Kerutinan berjihad serta shalat jamaah. Andaikan tidak sebab sakitnya, ia hendak melaksanakan ibadah itu. Inilah salah satu wujud tawassul yang cocok syariat.

Berkah ketujuh

اَللَّهُمَّاشْفِ(فُلَانًا)

Allaahummasy- fi( fulaanan).

” Betul Allah, sembuhkanlah( ucap namanya).”

HR. Al- Bukhari serta Mukmin.

Viral kasus korupsi di indonesia => https://labiefashion.click/